TRIK POHON MANYALA

Image

Before

Image

After

Foto ini saya ambil Februari lalu di Paris Van Java, Bandung pakai kamera HP. itu juga cuma 2mp. Makanya gambar Before kelihatan biasa aja, bahkan cenderung buram. Hihi… motretnya juga sambil nenteng-nenteng magic com :P. Sampai di rumah coba diotak atik pakai program App PixTrix dengan pilihan Color Crush. Weleeeh nggak nyangka, hasilnya si pohon kelihatan manyala (After) sementara latarnya yang jadi gelap kebiruan seperti punya aura mistis… hi hi hi hi (ketawa sundel bolong). Well, mayan lah ya ^^

Menurut saya, PixTrix punya kelebihan karena nggak sama seperti App lain yang hasilnya harus mengalami cropping sehingga membentuk kotak. Plusnya lagi, PixTrix cocok banget bagi mereka yang punya sifat rada individualis. mereka bisa menyimpan hasil editan tanpa harus berbagi dengan orang lain, ya sama seperti ediing program yang ada dalam ponsel Android. Jadi buat kamu yang  punya Blackberry, ga nyesel deh download PixTrix ^^

Advertisements
Video

MENGGAMBAR DI UDARA

Menggambar di atas kertas atau kanvas itu sudah biasa, hasilnya juga biasa karena hanya berupa karya 2 dimensi, bisa dilihat tanpa kita bisa pegang seperti benda nyata. Tapi sekarang kita bisa menggambar dengan hasil 3 dimensi, selain bisa dilihat bisa juga diraba dalam bentuk nyata. Ini berkat Pete Dilworth sang penemu bersama temannya, Maxwell Bogue yang berprofesi sebagai perancang mainan.

Benda ajaib yang mereka temukan adalah pena dengan pemanas pada bagian dalamnya. Fungsi pemanas ini untuk melelehkan lidi plastik sebagai ‘tinta’nya. Kita bisa mewarnai permukaan kertas dengan pena ini lalu mengangkat hasil pewarnaan kita dari kertasnya dan menjadi lempengan terpisah. Lebih canggihnya lagi, kita bisa mengangkat si pena dan menggambar di udara sehingga menjadi karya 3 dimensi.

Hasil dari pena canggih ini bisa kita jadikan berbagai benda, selain jadi patung atau hiasan meja, kita juga bisa membuat berbagai perhiasan seperti kalung, gelang atau anting unik. Jadi nggak heran kalau banyak seniman yang jatuh cinta pada produk ini. Bayangkan dalam waktu 33 hari saja, Wobbleworks, perusahaan yang memproduksi 3doodle ini telah berhasil menghasilkan $ 30.000,-! Secara harga satuannya hanya $ 50 – $ 75 saja. Lalu buat kamu yang tertarik untuk memilikinya, kamu bisa memesannya di etsy.com yang juga menyediakan berbagai pola untuk karya 3 dimensi ini.

Ini namanya canggih, cocok buat mereka yang ingin menerangkan sesuatu melalui gambar dengan lebih jelas dan NYATA.

Sumber:
http://www.kickstarter.com/projects/1351910088/3doodler-the-worlds-first-3d-printing-pen

激辛 ラーメン = GEKIKARA RAMEN = SI SPICY UNTUK KEBERSAMAAN

Di musim hujan seperti ini paling enak menikmati makanan hangat berkuah, dan kalau bisa rasanya hot seperti mie instan ekstra pedas. Mie instan yang Eonni rekomendasikan kali ini adalah Gekikara Ramen (激辛 ラーメン) dijamin pas banget.

Kalau diartikan, Gekikara Ramen berarti ramen berbumbu dan pedas. Dan memang, Gekikara Ramen rasa pedasnya pas – kecuali buat kamu yang punya selera pedas tingkat tinggi, boleh deh ditambah bubuk cabai atau irisan cabai rawit. Eonni nggak rekomen kamu buat menambahkan sambal botol karena bisa menghilangkan rasa kuahnya yang beraroma kim chi yang sudah cukup mantap. Untuk tambahan lainnya, seperti irisan bawang daun, wortel, daun sao sin atau daging sangat rekomended, soalnya seperti umumnya keluarga mie instan, seasoning Gekikara Ramen juga rada minim, jadi perlu ditambahin biar semakin mantap.

Image

Gambar cabai yang besar menunjukkan kalau ramen yang satu ini memang pedas

Namanya juga ramen, ukuran Gekikara ramen lebih besar dari mie instan biasa dan ramen yang dibanderol Rp. 4.000,- an ini juga punya bobot jumbo, yaitu 160gr, berarti sekitar dua setengah kali lipat berat mie instan biasa yang umumnya hanya punya berat 75gr. Hehe… kayaknya disesuaikan dengan perut orang Jepang atau Korea yang kalau makan mie selalu dalam porsi besar :P. Jadi, buat kamu yang merasa ukuran mie instan biasa itu sudah cukup mengenyangkan, inilah saatnya buat berbagi. Satu bungkus untuk berdua. Boleh berdua sama saudara, ortu, teman atau pacar ^^.

Oh ya, terakhir, Gekikara Ramen ini keluaran dari Nissin yang punya ciri khas dalam setiap produk mie instannya: mienya sudah berbumbu dan sepertinya melewati proses pemanggangan sehingga warnanya lebih tua/matang dan lebih renyah dibandingkan mie instan biasa. Jadi, buat kamu yang malas memasaknya, bisa menikmatinya dalam keadaan kering. Rasanya enak, seperti cheese stick yang nggak ada… hihihi… terus kalau ditaburi bumbunya, bisa jadi seperti mie seblak yang sering kita lihat di sekolah-sekolah atau jajanan khas Bandung yang bertaburkan bubuk cabai itu.

Gekikara Ramen dapat *****/5 dari Eonni

Tango CrunchCake

Sekarang ini masih rada susah untuk mendapatkan jajanan yang satu ini. setelah berpetualang di beberapa supermarket sekitar Bandung, akhirnya Eonni ketemu juga dengan Tango CrunchCake yang ternyata ada di mini market Indomaret dekat rumah. Ah dasar!

Tango memang terkenal dengan jenis wafernya, maka dari itu meski ada nama Cake-nya, tetep, Tango CrunchCake masih dalam keluarga wafer-waferan. Hehehe… Hanya saja bentuknya unik segi tiga dan lapisan paling atas berupa coklat dengan hiasan ‘olel=olel’ coklat susu. meski tampak coklat semuanya, coklatnya Tango CrunchCake kurang nendang. Hmm… mungkin karena Eonni sukanya dark chocolate, ya mungkin buat yang kurang suka pahitnya coklat, Tango CrunchCake ini cucok.

Soal harga, kayaknya rada mahal niy. satu bungkusnya Rp. 7.200,- secara isinya hanya ada empat wafer. Mungkin karena dus pembungkusnya rada ekslusif kali ya, jadi harganya seperti itu.

well, buat Tango CrunchCake, Eonni kasih nilai ***/5 aja yah… 🙂ImageImage