JAKARTA, THE WATERWORLD… YEEHAAA!

Sepanjang pertengahan bulan Januari 2013 rakyat Indonesia disuguhi pemandangan bencana banjir yang mengepung Jakarta. Air lecek yang melimpah ruah nggak hanya menyerang perkampungan padat penduduk yang kumuh saja seperti biasanya, tapi juga daerah Bundaran HI yang dilintasi oleh Jl. Thamrin yang juga merupakan Jalan Protokol, bahkan Istana Kepresidenan pun nggak luput dari serangan banjir, Makanya Presiden SBY pun sekarang merasakan yang seringkali dialami oleh rakyatnya. Selamat ya :D.

Image

Foto: @IST indonesiarayanews.com

Image

Foto: @merdeka.com

Banjir besar yang melanda Ibu Kota Indonesia ini katanya memang jadi agenda rutin setiap lima tahun sekali. Nah, Yang jadi pertanyaan; kok semuanya nggak belajar ya? Mengapa nggak membuat prevention, gitu lho. Terus masyarakat juga tahu kalau banjir itu salah satu penyebab utamanya adalah membuang sampah ke sungai, tapi tetap saja kebiasaan buruk itu selalu dilakukan. Kalau kamu yang sering melintasi sungai besar, coba deh sekali-kali turun dari kendaraan nyamanmu dan tengok ke sungai, sampah yang dibuang di sana bukan hanya sampah rumah tangga yang kecil-kecil saja, tapi ada juga yang membuang kasur atau kursi butut, dan kayu! Jadi, gimana alirang air sungai nggak macet? Kenapa mereka nggak berikan saja pada tukang loak? Dijamin mereka nggak bakal menolaknya. Jadi kalau sudah begini, perlukah kita merasa kasihan kepada mereka yang terkena banjir? Kayaknya nggak terlalu perlu juga ya? Hohoho… kecuali pada mereka yang sudah membuang sampah pada tempatnya yang walau helpless juga melarang temannya untuk ngga buang sampah sembarangan.

Image

Lihat, ada kasur yang dibuang di tumpukan sampah di Sungai Ciliwung ini. Dan kasur itu berlanglang buana ke perkampungan masyarakat saat permukaan air meningkat hingga mencapai atap rumah. Purrfect!

Image

Foto banjir koleksi Antara, karya Widodo F. Yusuf

Maaf kalau Eonni kurang simpati buat kamu yang menderita banjir saat ini, karena memang banyak yang perlu introspeksi diri. Coba deh tanya pada diri sendiri, bagaimana kondisi parit di depan rumah atau di belakang rumahmu? Ada ngga? Kalau ada, apakah terawat dengan rapi sehingga air pembuangan dari rumah dapat mengalir dengan baik hingga ke sungai terdekat atau malah ditutup semen supaya kendaraanmu bisa masuk ke rumah dengan nyaman? Please concern about this too. Karena kalau aliran paritnya tertutup sedemikian rupa, disaat ada hujan lebat, air hujan itu mau mengalir kemana? SEKALI LAGI PLEASE CONCERN ABOUT THIS!!! Konsultasikan pada orangtuamu untuk menyelamatkan parit di depan atau di belakang rumah.

Banjir juga nggak hanya dikarenakan sampah, ketidak pedulian kita terhadap lingkungan juga perlu diperhatikan. Penebangan hutan serapan yang berubah fungsi jadi villa, hingga mereka yang mengaku sebagai pecinta alam pun punya peran penting dalam menciptakan bencana banjir. Pecinta alam apanya kalau setiap kali pergi merambah hutan, mendaki gunung, mereka masih mencabuti pohon untuk kenyamanan berkemah entah untuk api unggun, dibentuk jadi tempat jemuran, dan belum lagi (sekali lagi) membuang sampah sembarangan. Sedikit sekali dari mereka yang mengumpulkan sampah plastik bekas mie instan untuk dibuang pada tempat sampah sekembalinya mereka dari berkemah. Hmmm…. kalaupun ada, pasti jumlahnya sedikiiiit sekali.

So, di manapun banjirnya, janganlah merengek minta bantuan pada pemerintah atau siapapun untuk menolong, Hanya diri kita sendiri yang bisa menolong untuk terhindar dari bencana banjir kalau nggak mau kejadian buruk terus berulang, di mana pun tempatnya. Yang paling utama adalah jangan pernah salahkan alam dan cuaca buruk atas bencana ini, karena ini hanya peringatan saja supaya kita jadi sadar akan kesalahan yang telah dibuat. Kalau masih nggak nyadar, itu namanya ‘bedegong’, kata orang Sunda mah.

Image

Keceriaan sesaat dikala banjir. Foto koleksi Tribunnews.com

Semoga, dengan bencana banjir di Jakarta ini, Pemerintah mengabulkan pengajuan Gubernur Joko Widodo untuk membangun kanal bawah tanah. Dan pemimpin daerah lainnya untuk mencari jalan agar banjir tidak berulang.

Oh, ada cerita lucu sekaligus menjengkelkan yang benar-benar terjadi di Bale Endah, Jawa Barat. Sebagian besar orang Bandung pasti tahu kalau daerah tersebut sangat rawan banjir, oleh karena itu dengan sangat baik hati, Pemda Jabar pun membangunkan rumah di tempat yang aman dan bebas banjir bagi mereka. See… How lucky they are! Tapi tahu apa yang penduduk ini lakukan? Mereka nggak pindah ke tempat aman tersebut tapi malah mengontrakkannya bahkan menjualnya kepada orang lain (tentu saja mereka berpikir kesempatan ini bisa jadi bisnis berkelanjutan buat mereka. Groar!), sementara mereka sendiri masih saja senang tinggal di tempat asal mereka yang sering banjir. Haruskah kita kasihan kepada warga Bale Endah yang seperti ini dan memberikan bantuan untuk mereka? Duh Gustiii…. *tepok jidat.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s